CONTACT US

jpnn.com,¬†JAKARTA¬†– Dewan Pers menggelar diskusi publik dengan tema ‘Kebebasan Pers di Bawah Bayang-bayang Kriminalisasi Hukum Siber’ di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

Hadir dalam diskusi Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo dan sejumlah pemerhati pers yang tergabung dalam Tordillas.

Peneliti Tordillas Awaludin Marwan mengaku telah mencatat perkara hukum yang menyeret wartawan. Hasilnya, sebanyak delapan jurnalis terjerat kasus UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

“Paling tidak ada delapan perkara jurnalis yang dikriminalisasi dengan UU ITE. Perkara media yang paling banyak tersandung kasus pidana dalam dua tahun terakhir ialah media online,” kata Awaludin ditemui seusai acara diskusi, Selasa (10/4).

Hanya saja, kata dia, perkara yang menyeret delapan wartawan itu memang memenuhi unsur pidana. Salah satunya menulis tanpa memperhatikan kaidah jurnalistik. Bahkan, dalam beberapa kasus, wartawan memberitakan sebuah kasus di dalam akun media sosialnya.

Namun, kata dia, Tordillas meminta Dewan Pers untuk menunjukkan komitmen melindungi wartawan. Terutama, para wartawan yang menulis dengan mengedepankan kaidah jurnalistik.

“Dewan Pers kan ingin memberikan perlindungan ke semua wartawan baik yang perusahaannya yang verified atau tidak,” ucap dia.

Sementara itu, Yosep mengaku terdapat kekhawatiran dari insan dan komunitas pers bakal menjadi korban kriminalisasi. Dari situ, sejumlah komunitas menginisiasi untuk membuat diskusi dengan Dewan Pers.

“Nah, mereka mengusulkan diskusi, ya, kami diskusi di sini,” ucap Yosep setelah acara diskusi.

Yosep menyebut wartawan tidak perlu khawatir dengan ancaman pemidanaan. UU ITE tidak akan menjerat wartawan yang taat kepada peraturan Dewan Pers dan kode etik jurnalistik.

“Karena UU ITE itu menyatakan barang siapa tanpa hak. Nah, wartawan itu orang yang berhak menyebarluaskan informasi. Bahkan, orang yang menghalangi (tugas wartawan) bisa diancam pidana. Jadi tidak ada ancaman UU ITE terhadap kerja pers,” ungkap dia.

Terkait temuan Tordillas, Yosep menduga delapan wartawan tersebut melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga kasusnya sampai ke ranah persidangan.

“Tadi muncul dari beberapa data, patut diduga itu ada pemerasan. Ada unsur pidana di luar pers,” pungkas dia

Sumber : https://www.jpnn.com/news/dewan-pers-uu-ite-bukan-ancaman-bagi-pekerja-pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound
Contact Us